Jangan Beli Kursi Cafe Sebelum Tahu 6 Hal Ini

21 Jul 2026 · 3 Menit Baca

Jangan Beli Kursi Cafe Sebelum Tahu 6 Hal Ini

Salah pilih kursi cafe bisa bikin tamu cepat pergi & biaya ganti rugi. Kenali 6 hal krusial ini dulu.

Kursi cafe bukan sekadar tempat duduk. Pilihan yang salah bisa bikin tamu tidak betah, staf repot, dan kamu harus keluar biaya ekstra untuk ganti dalam 1-2 tahun pertama.

Berikut 6 hal yang sering dilewatkan pemilik cafe saat memilih kursi — dan cara menghindarinya.

1. Abaikan Proporsi Kursi dan Meja

Kursi yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dibanding mejanya langsung bikin postur tamu tidak nyaman. Idealnya, jarak antara permukaan duduk dan permukaan meja sekitar 25–30 cm agar tamu bisa makan dan ngobrol tanpa harus membungkuk atau mengangkat bahu.

Kalau kamu pakai meja bar setinggi 100 cm, pastikan kursinya setinggi 65–75 cm — bukan kursi makan standar. Ketidaksesuaian ini sering terjadi karena kursi dan meja dibeli dari vendor berbeda tanpa dicek dulu proporsinya.

2. Prioritaskan Estetika, Lupakan Kenyamanan

Kursi yang instagramable belum tentu enak diduduki lebih dari 20 menit. Tamu yang tidak nyaman cenderung mempersingkat kunjungannya — dan itu langsung berdampak ke rata-rata nilai transaksi.

Perhatikan kedalaman dudukan (minimal 40 cm) dan sandaran punggung yang cukup menopang. Kursi tanpa sandaran boleh dipakai, tapi sebaiknya hanya di area bar atau counter, bukan di zona meja makan utama.

3. Memilih Material yang Tidak Cocok dengan Kondisi Ruang

Cafe dengan sirkulasi udara terbuka atau semi-outdoor di Indonesia punya tantangan ekstra: kelembapan tinggi dan paparan sinar matahari langsung. Material besi tanpa finishing powder coat cepat berkarat, sementara kayu solid tanpa treatment yang tepat mudah melengkung.

Untuk area outdoor atau semi-outdoor, pilih rangka besi dengan lapisan powder coat atau stainless steel. Untuk indoor dengan konsep hangat, kayu solid dengan finishing yang tepat tetap jadi pilihan tahan lama — terutama jika kamu ingin furniture custom cafe yang benar-benar sesuai kondisi ruangan.

4. Tidak Memperhitungkan Intensitas Penggunaan

Kursi di cafe dengan traffic tinggi — katakanlah 100–200 tamu per hari — membutuhkan konstruksi sambungan yang jauh lebih kuat dibanding kursi rumahan. Cek bagian sambungan kaki: apakah menggunakan baut logam, las penuh, atau hanya lem kayu biasa?

Sambungan yang lemah biasanya mulai goyang dalam 6–12 bulan pemakaian intensif. Biaya ganti kursi jauh lebih mahal daripada selisih harga saat beli — jadi jangan tergiur harga murah tanpa cek konstruksinya.

5. Lupa Mempertimbangkan Kemudahan Perawatan

Kursi dengan bahan fabric atau busa terbuka memang terasa mewah, tapi rentan terhadap noda kopi, minyak, dan remahan makanan yang susah dibersihkan. Di lingkungan F&B, kursi perlu bisa dilap cepat di antara dua tamu.

Material seperti leatherette (kulit sintetis), metal dengan cat powder coat, atau kayu dengan lapisan lacquer jauh lebih mudah dirawat sehari-hari. Kalau tetap ingin busa, pastikan covernya bisa dilepas dan dicuci, atau gunakan vinyl yang tahan cairan.

6. Beli Kursi Tanpa Uji Duduk Langsung

Ini yang paling sering dilewatkan ketika pesan secara online atau hanya lihat foto katalog. Kursi yang terlihat bagus di foto belum tentu terasa proporsional saat diduduki oleh orang dengan tinggi rata-rata 160–165 cm — yang merupakan rata-rata tinggi badan orang Indonesia.

Sebelum order dalam jumlah banyak, minta sampel atau kunjungi showroom untuk uji duduk langsung. Kalau kamu sedang merencanakan kursi cafe custom sesuai konsep ruanganmu, proses ini jadi lebih penting lagi karena tidak ada opsi retur setelah produksi selesai.

Memilih kursi cafe yang tepat butuh pertimbangan lebih dari sekadar cocok dengan tema dekorasi. Dengan memperhatikan proporsi, material, konstruksi, dan kemudahan perawatan, kamu tidak hanya menghemat biaya jangka panjang — tapi juga menciptakan pengalaman duduk yang bikin tamu betah balik lagi.
AN

Azra Nurul

Tags:

Produk Terkait

Lihat Lainnya

Artikel Terkait

Lihat Lainnya